Analisa Dan Evaluasi Kurs Rupiah Dalam 3 Hari Terakhir

0

Sampai dengan penutupan valas hari ini baik Jisdor (kurs tengah) Bank Indonesia (BI) maupun Bloomberg market dunia, menunjukkan kurs rupiah terhadap dollar yang masih terus melemah. Jika hal tersebut terus berlanjut dikhawatirkan akan mempengaruhi stabilitas perekonomian.

Pada penutupan 1 September kemarin Rupiah berada pada level 14.098 (via Bloomberg) dan 14.081 (via Jisdor). Kemudian tepat hari rabu (2 September 2015) kurs Rupiah kembali melemah terhadap dollar baik Jisdor maupun Bloomberg. Pada rabu kemarin rupiah resmi ditutup pada level 14.137 (Bloomberg) dan 14.127 (Jisdor BI).

Hari ini pun (Kamis 3 September 2013), mata uang Garuda mengalami nasib yang serupa dengan dua hari lalu. Terus merosot beberapa poin dari sebelumnya. Kurs Jisdor BI ditutup pada level 14.160 per US Dollar atau melemah sebesar 33 poin dari hari sebelumnya.

Dalam market Bloomberg Kurs Rupiah ditutup pada level 14.170 dan melemah sebesar 0.24% (33 poin) dari sebelumnya. Sepanjang pergerakan pasar hari ini Rupiah sempat menguat pada level 14.127 kemudian mencapai level paling lemah pada siang tadi (14.200), hingga akhirnya ditutup pada level 14.170.

Pergerakan rupiah yang terus melemah setiap harinya tentu saja menjadi PR bersama baik bagi kalangan investor maupun pemerintah dan ekonom. Pemerintah harus mengambil langkah matang dalam mengurangi tekanan dollar terhadap rupiah. Karena jika dibiarkan terus-terusan berada dalam kelabilan pasar tanpa kebijakan berarti hanya akan mendatangkan badai finansial yang ganas.

Silahkan baca kurs dollar hari ini versi Bank indonesia selengkapnya.

About Author

Comments are closed.