FBM VS ABM Dalam Sistem Akuntansi Manajemen

0

Kali ini saya akan mengulas bagaimana perbandingan antar dua metode yang sering digunakan dalam sistem akuntansi manajemen.

Kedua metode tersebut adalah FBM dan ABM. Anda tahu apa itu FBM dan ABM?

Nah, secara umum, sistem akuntansi manajemen dapat diklasifikasikan sebagai sistem berdasarkan fungsi atau Functional Based Management (FBM) dan sistem berdasarkan aktivitas atau Activity Based Management (ABM).

FBM telah dikenal dari tahun 1990-an dan masih digunakan secara luas dalam sektor manufaktur dan jasa. Sedangkan ABM merupakan sektor yang lebih baru (dikembangkan dalam tiga dekade terakhir). ABM digunakan secara luas dan pemanfaatannya semakin tinggi, khususnya diantara organisasi-organisasi yang memiliki beragam produk dan pelanggan, produk yang lebih rumit, siklus waktu produk yang lebih pendek, peningkatan persyaratan kualitas, dan ranah persaingan yang ketat.

Contoh ABM ditemukan dalam industri medis (seperti rumah sakit dan laboratorium medis), industri keuangan (Bank dan Bursa Saham), industri transportasi, bahkan dalam berbagai jenis manufaktur seperti perusahaan elektronik.

Baiklah berbicara tentang perbedaan antar keduanya, tentu saja dari ilustrasi dan definisi di atas antum sekalian sudah mafhum meskipun dalam sekilas saja. Karena pada dasarnya, perbedaan antara FBM dan ABM terletak pada elemennya.

Elemen utama dari model FBM adalah fungsi, sedangkan elemen utama dari model ABM adalah aktivitas. Fungsi biasanya dikelompokan dalam unit-unit organisasional, seperti departemen dan pabrik (contohnya : teknik, pengendalian kualitas, dan perakitan adalah fungsi-fungsi yang diatur dalam departemen).

Sedangkan aktivitas dikelompokan dalam suatu bentuk proses. Misalkan pembelian barang, penerimaan barang, dan pembayaran barang yang diterima dimana ketiganya merupakan aktivitas yang menggambarkan proses pengadaan persediaan.

Perbandingan tiap dimensi akan memberikan pandangan mendalam yang signifikan atas perbedaan kedua model akuntansi manajemen tersebut (dikutip dari Managerial Accounting-Hansen and Mowen)

Bagi anda yang sudah lama berkutat dengan dunia manajemen pasti mafhum dengan yang namanya teori kaizen. Secara fundamental saya katakan bahwa sistem kaizen costingĀ merupakan pelebaran sayap dari sistem ABM-Manajemen Berdasarkan Aktivitas.

Disini saya tidak akan mengagungkan ABM tetapi memang sebuah realitas bahwa ABM menawarkan lebih banyak keuntungan dibandingkan FBM.

ABM menawarkan keuntungan yang lebih signifikan, termasuk memperbaiki keakuratan perhitungan harga pokok produk, memperbaiki pengambilan keputusan, serta meningkatkan perencanaan strategis dan kemampuan yang lebih baik dalam pengelolaan aktivitas.

Secara khusus, sistem ABM sesuai untuk mendukung sasaran perbaikan berkelanjutan yang merupakan tujuan penting bagi perusahaan untuk bersaing secara global dalam kancah ekonomi.

Akan tetapi. berbagai manfaat tersebut tidaklah diperoleh tanpa biaya. Sistem akuntansi manajemen berdasarkan aktivitas lebih rumit dan memerlukan perbaikan signifikan atas aktivitas pengukuran, dan pengukuran bisa menjadi mahal. Akan tetapi, biaya pengukuran telah menurun dengan kemajuan teknologi informasi sehinggan ABM semakin menarik.

Nah, kesimpulannya bahwa bagi banyak perusahaan manfaat perpindahan FBM menjadi sistem ABM melebihi biayanya. Dengan kata lain ABM memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan biaya yang dikeluarkan. Jadi, penggunaan ABM semakin meluas, dan perhatian terhadap sistem akuntansi manajemen berdasarkan aktivitas pun kian menjadi tinggi.

Sekian dulu ulasan saya, wassalam.

About Author

Comments are closed.