Gubernur BI : Indonesia Masih Jauh Dari Kata Krisis

0

Sepak terjang rupiah yang dalam dua pekan ini menimbulkan berbagai paradoks serta kepanikan dan histeria finansial. Namun demikian, kemerosotan rupiah setidaknya dalam dua hari terkahir ini memberikan tanda-tanda penguatan.

Sebagaimana dilansir dari data kurs dollar yang melemah terhadap rupiah, menunjukkan optimisme akan keadaan perekonomian yang kian stabil. Data Bank Indonesia pada jumat kemarin menunjukan nilai tukar rupiah berada pada level 14.081 per US Dollar.

Menanggapi kepanikan finansial dari kalangan masyarakat serta pegiat-pegiat bisnis dan analis pasar, Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo menekankan, saat ini Indonesia sama sekali tidak dalam krisis. Ekonomi Indonesia masih tumbuh lebih tinggi dibandingkan negara lain.

“Sekali lagi saat ini kita tidak krisis. Bicara fundamental ekonomi, kita tetap ada pertumbuhan ekonomi,” kata Agus di Acara Bloomberg Businessweek Breakfast Meeting Waspada Ekonomi Indonesia, di Hotel Dharmawangsa, Kamis (27/8/2015).

Pertumbuhan ekonomi yang dimaksud Gubernur BI ini kiranya menjadi pijakan utama dalam menentukan kebijakan. Sekaligus benteng pertahanan perekonomian bangsa dari serangan dan tekanan finansial global semacam devaluasi Yuan beberapa waktu lalu.

Memang jika dilihat dalam kacamata finansial, toh Indonesia masih dalam keadaan “baik-baik saja”. Pertumbuhan ekonomi sebesar 4,6%, Rate Inflation (tingkat Inflasi) dalam kategori normal, serta cadangan devisa yang saat ini berjumlah US$ 107,55 miliar menjadi bukti bahwa Indonesia dalam keadaan sehat wal afiat.

About Author

Comments are closed.