Pengangguran Siklis Dan Musiman

0

Sebelum membahas masalah pengangguran musiman dan pengangguran siklis, izinkan saya membahas pembagian angkatan kerja yang belum sempat saya jelaskan pada tulisan pengertian pengangguran sebelumnya.

Pada dasarnya penganggur adalah angkatan kerja yang tidak bekerja dan tidak memiliki pekerjaan. Terdapat 3 jenis angkatan kerja, yaitu

  • Menganggur (unemployed) adalah mereka yang sama sekali tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan. Kelompok ini sering disebut juga dengan pengangguran terbuka (open unemployment).
  • Setengah menganggur (Underunemployed) adalah mereka yang bekerja tetapi belum dimanfaatkan secara penuh. Artinya jam kerja mereka dalam seminggu kurang dari 35 jam.
  • Bekerja penuh (employed) yaitu orang-orang yang bekerja penuh atau jam kerjanya dalam seminggu mencapai 35 jam.

Nah, setelah mengetahui 3 jenis angkatan kerja diatas, maka selanjutnya akan saya jelaskan tentang pengangguran siklis dan musiman.

# Pengangguran Siklis

Pengangguran siklis atau pengangguran konjungtur adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan perubahan dalam tingkat kegiatan ekonomi.

Pada waktu kegiatan ekonomi mengalami kemunduran, perusahaan harus mengurangi kegiatan produksi. Dengan mengurangi tingkat produksi, maka otomatis akan mengurangi jumlah tenaga kerja yang ada. Inilah cikal bakal yang mengawali adanya sejumlah tenaga kerja yang di PHK (Pemutusan Hubungan kerja).

Pengangguran siklis ini hanya dapat diatasi atau dikurangi masalahnya apabila pertumbuhan ekonomi dapat memberikan dan menyediakan kesempatan kerja baru berupa lapangan pekerjaan yang memadai.

# Pengangguran Musiman

Pengangguran ini berkaitan erat dengan fluktuasi kegiatan ekonomi yang umumnya dialami oleh pekerja seperti petani. Pada saat musim tanam dan panen mereka bekerja tetapi kemudian harus berhenti jika musim tanam dan panen tersebut berakhir. Inilah yang dinamakan dengan pengangguran musiman.

About Author

Leave A Reply