Pengertian & Jenis Jenis Pengangguran

0

Pengertian pengangguran tidak terlepas dari jenis jenis permasalahan makro ekonomi yang berdampak besar dan cara mengatasinya pun realtif sulit. Pengangguran adalah isu makro yang mempengaruhi manusia secara langsung dan merupakan masalah yang paling berat.

Bagi kebanyakan orang, kehilangan pekerjaan berarti penurunan standar kehidupan dan tekanan psikologis. Jadi, tidaklah mengejutkan jika pengangguran menjadi topik yang sering dibicarakan dalam perdebatan politik dan mereka sering mengklaim bahwa kebijakan yang mereka tawarkan akan membantu menciptakan lapangan kerja.

Para ekonom mempelajari karakteristik pengertian pengangguran untuk mengidentifikasi penyebabnya dan untuk membantu memperbaiki kebijakan publik yang mempengaruhi pengangguran. Sebagian dari kebijakan tersebut seperti program pelatihan kerja, dan membantu orang mendapatkan pekerjaan.

Kebijakan lainnya seperti asuransi pengangguran serta membantu mengurangi kesulitan yang dialami para pengangguran. Akan tetapi, tetap saja kebijakan yang dilakukan malah akan memunculkan pengangguran lainnya.

Misalnya undang-undang yang menetapkan upah minimum yang tinggi cenderung akan meningkatkan pengangguran di kalangan angkatan kerja yang kurang terdidik dan kurang berpengalaman.

Agar kita paham seperti apa sejatinya pengangguran itu, maka akan saya jelaskan dalam poin-poin berikut.

Jenis Jenis Pengangguran Dan Penyebabnya

# Pengangguran Friksional

Pengertian Pengangguran friksional (pengangguran sukarela) yaitu tidak adanya kesesuaian antara lapangan kerja dan tenaga kerja.

Dalam kenyataannya, para pekerja mempunyai preferensi serta kemampuan yang berbeda, dan pekerjaan memiliki karakteristik yang berbeda. Sementara itu, arus informasi tentang calon karyawan dan lowongan kerja tidak sempurna, serta mobilitas geografis pekerja tidaklah instan.

Dengan alasan itu, mencari pekerjaan yang tepat akan membutuhkan waktu dan usaha yang tidak main-main. Tentu saja, karena pekerjaan yang berbeda membutuhkan keahlian yang berbeda dan memberikan upah yang juga berbeda, maka para penganggur mungkin tidak menerima
pekerjaan yang pertama kali ditawarkan.

Dengan demikian, maka pengangguran yang disebabkan oleh waktu yang dibutuhkan untuk mencari pekerjaan disebut dengan pengangguran friksional (frictional unemployment).

Pengangguran friksional tidak bisa dielakkan dalam perekonomian yang sedang berubah. Untuk beberapa alasan, jenis-jenis barang yang dikonsumsi perusahaan dan rumah tangga bervariasi sepanjang waktu.

Ketika permintaan terhadap barang bergeser, permintaan terhadap tenaga kerja yang memproduksi barang tersebut juga ikut berubah. Penemuan komputer misalnya, mengurangi permintaan terhadap mesin tik dan hal itu berdampak pada permintaan terhadap tenaga kerja oleh produsen mesin tik.

Para ekonom menyebut perubahan komposisi permintaan antarindustri sebagai pergeseran sektoral. Karena pergeseran sektoral selalu terjadi, dan karena membutuhkan waktu bagi tenaga kerja untuk beralih pekerjaan, maka pengangguran friksional selalu terjadi.

Dengan demikian, selama penawaran dan permintaan akan tenaga kerja di antara perusahaan berubah, maka pengangguran friksional tidak bisa dicegah.

# Pengangguran Struktural

Pengertian Pengangguran struktural yaitu jenis pengangguran yang tidak memenuhi persyaratan kerja akibat perubahan penggunaan teknologi atau perubahan kebijakan pemerintah.

Yang akan saya coba bahas disini adalah penyebab pengangguran struktural dilihat dari pengaruh kebijakan pemerinta, yaitu berakitan dengan upah.

Alasan adanya pengangguran adalah kekakuan upah.  Yaitu gagalnya upah melakukan penyesuaian terhadap penawaran dan permintaan tenaga kerja.

Kita semua tau bahwa kebijakan upah terkadang dilakukan pemerintah yang tak jarang kemudian menimbulkan bentrok dan masalah ekonomi berkepanjangan, sebut saja masalah kaum buruh yang seperti takkan pernah ada titik terangnya.

Lalu kenapa mereka menganggur?

Sejatinya, para pekerja tidak dipekerjakan bukan karena mereka aktif mencari pekerjaan yang paling sesuai dengan keahlian mereka, tetapi karena ada ketidak cocokan mendasar antara jumlah pekerja yang menginginkan pekerjaan dan jumlah pekerja yang tersedia.

Pada tingkat upah yang umumnya berlaku, penawaran tenaga kerja melebihi permintaannya sehingga para pekerja ini hanya menunggu pekerjaan yang akan tersedia. Pada akhirnya mereka kemudian menganggur.

Catatan : Penawaran tenaga kerja adalah pihak tenaga kerja yang menawarkan skill atau keahlian dan tenaga. Sedangkan permintaan tenaga kerja adalah produsen atau perusahaan yang membuka lowongan kerja.

Cara Mengatasi Pengangguran Friksional Dan Struktural

Pengangguran pastinya menunjukan adanya sumber daya yang terbuang. Para penganggur memiliki potensi untuk memberikan kontribusi pada pendapatan nasional, tetapi mereka tidak melakukannya.

Pencarian kerja yang cocok dengan keahlian mereka merupakan hal yang menggembirakan jika pencarian itu berakhir, dan orang-orang yang menunggu pekerjaan di perusahaan yang membayar upah di atas upah normal merasa senang ketika lowongan kerja dibuka.

Sayangnya, pengangguran friksional dan struktural tidak bisa dengan mudah dikurangi. Pemerintah tidak dapat membuat pencarian kerja yang bersifat instan, juga tidak bisa dengan mudah membawa upah mendekati tingkat normal (seimbang).

Tingkat pengangguran nol adalah hal yang sulit diwujudkan dalam perekonomian yang mengedepankan nila-nilai liberalisme.

Namun demikian, adanya kebijakan publik bukannya tidak berdaya mengurangi pengangguran. Program-program pelatihan, sistem asuransi pengangguran, upah minimun, undang-undang tenaga kerja, serta infrastruktur yang baik, dan informasi yang bermanfaat serta tepat sasaran, dapat menjadi senjata untuk mengurangi pengangguran friksional dan struktural.

Rahasi dibalik inflasiBaca juga: Rahasia Dibalik Inflasi

Demikianlah ulasan tentang jenis-jenis dan cara mengatasi pengangguran serta pengertian pengangguran yang saya sajikan. Sebagian besar teori diadaptasi dari tulisan  N. Gregory Mankiw, Dosen sekaligus pakar Ekonomi Harvard University. Sekian, wassalam!

About Author

Mahasiswa Akuntansi Universitas Al Azhar Indonesia

Comments are closed.