Pengertian Pajak (Fungsi Dan Jenisnya)

Pengertian Pajak dan definisinya tidak terlepas dari undang-undang yang menjadi indikator perpajakan, mulai dari fungsi maupun jenis dari pajak itu sendiri.

Pajak pada hakikatnya adalah kontribusi wajib yang dibayarkan oleh masyarakat (rakyat) kepada negara (pemerintah) yang dapat dipaksakan berdasarkan undang-undang, tanpa ada imbalan langsung bagi yang membayarnya, serta digunakan untuk meningkatkan kemakmuran rakyat.

pengertian pajak

Dari pengertian pajak di atas, dapat disimpulkan bahwa pajak memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

# Pajak merupakan kontribusi wajib

# Pajak merupakan kewajiban masyarakat untuk membayar, dan hak pemerintah untuk menerimanya

# Sebaliknya, rakyat memiliki hak untuk mendapatkan imbalan tidak langsung berupa public goods (barang umum) dan public service (layanan umum), sedangkan pemerintah wajib memberikannya

# Pajak bersifat memaksa

# Proses pemungutannya berdasarkan dan diatur oleh undang-undang

# Tujuan dari adanya pajak adalah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat

Pengertian Pajak Menurut Para Ahli

Ahli yang dimaksud disini adalah orang atau lembaga yang kompeten dalam mendefinisikan sesuatu sehingga tidak terjadi ketimpangan informasi yang dapat melunturkan makna pajak yang sebenarnya.

Pengertian pajak pada pembukaan yang saya sampaikan di atas merupakan keterangan dan definsi yang dikutip dari UU No.28 th 2007 Pasal 1 angka 1 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

Dari banyak ahli yang telah saya baca pun memiliki persepsi dan muara yang sama bahwa pada akhirnya pajak digunaka untuk kepentingan dan kemakmuran rakyat. Perhatikan penjelasan dari seorang tokoh berikut.

Prof. Dr. H. Rachmat Soemitro, S.H mengemukakan bahwa Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara ( peralihan kekayaan dari sektor swasta ke sektor pemerintahan ) dengan tidak mendapat jasa timbal ( tegen prestatie ) yang langsung dapat ditunjuk dan digunakan untuk membiayai pengeluaran umum.

Pengeluaran umum yang dimaksud oleh Pak Soemitro tidak lain adalah barang dan jas publik. Misalnya jembatan, jalan raya, telepon umum, rumah sakit umum, dan lain sebagainya.

Advertisement


Percakapan Obrolan Berakhir

Fungsi dan Jenis Pajak

Pertanyaan yang mungkin muncul dibenaka kita adalah dari mana pajak itu berasal. Mungkin anda sering mendengar istilah PPh, PPN, PPnBM, PBB, dan lain sebagainya. Nah dari manakah pajak-pajak itu muncul ?

Untuk menjawab pertanyaan itu, kita akan menggunakan pendekatan dan persamaan makro sederhana. Anda tentu ingat dengan persamaan di bawah ini

Y=C+I (Y adalah income, C adalah consumption, dan I merupakan investment)

Income adalah penghasilan yang berasal dari individu atau suatu lembaga. Penghasilan tersebut kemudian dikenakan yang namanya tax on income, yang merupakan asal muasal munculnya Pajak Penghasilan (PPh).

Consumption adalah aktivitas yang dilakukan oleh individu atau lembaga dalam rangka menghabiskan nilai guna dari suatu barang. Dari konsumsi inilah kemudian muncul apa yang disebut dengan Pajak Pertambahan Nilai atau PPN, maupun PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah).

Investment dalam perspektif perpajakan diterjemahkan menjadi kekayaan yang diinvestasikan. Dari investasi inilah kemudian muncul istilah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

PPh, PPN, dan PBB merupakan pajak yang utama atau primary tax. Artinya selain ketiga pajak itu masih terdapat jenis pajak lainnya seperti bea materai, BPHTB, dan berbagai jenis tax (pajak) lainnya, yang untuk saat ini belum bisa saya bahas.

Selain memiliki macam dan jenisnya, pajak juga memiliki setidaknya 4 fungsi, yaitu

# Fungsi Anggaran (Budgeting) artinya penerimaan pajak ditujukan untuk membantu pemerintah dalam menganggarkan dana tersebut sebagai penerimaan negara yang masuk dalam komponen APBN

# Fungsi Regulasi, yaitu pajak ada untuk mengatur alur dan siklus barang dan jasa. Sebagai contoh adanya pajak yang tinggi atas barang-barang miras menyebabkan barang tersebut sulit untuk beredar di dalam negeri.

# Fungsi Stabilitas, dalam hal ini terkait dengan kebijakan fiskal yang dibuat pemerintah dalam rangka menstabilkan kondisi perekonomian. Misalnya ketika inflasi, pemerintah melakukan kebiajakan pemungutan pajak yang tinggi dengan tujuan untuk mengurangi jumlah uang yang beredar.

# Fungsi Alokasi, artinya pajak merupakan sumber penerimaan yang dialokasikan untuk pembangunan dan kepentingan bangsa dan masyarakat.

Demikian, ulasan dan penjelasan singkat terkait pengertian pajak serta fungsinya. Semoga bermanfaat.